SUMENEP – Setelah mengabdikan diri selama satu tahun di berbagai daerah, sebanyak 29 Guru Pengabdian Angkatan 2025 Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu resmi dikembalikan kepada pimpinan dan pengasuh pondok dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat, Rabu (24/6/2026).
Prosesi penyerahan kembali tersebut menjadi momentum berakhirnya masa khidmah para guru pengabdian yang selama ini bertugas menyebarkan ilmu, mendampingi masyarakat, serta memperkuat pendidikan keagamaan di sejumlah wilayah penugasan.
Kegiatan yang digelar di lingkungan Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu, Kecamatan Lenteng, itu dihadiri langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Mathlabul Ulum KH. Dr. Imam Khodri TF, S.S., M.Th.I., Wakil Pengasuh sekaligus Mudir MMI KH. Imadul Haq Fadholi, Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Al Fudhola’ Pamekasan, Ketua Yayasan Al Karomah Dungkek, para asatidz, wali santri, serta keluarga besar pesantren.
Selama masa pengabdian, para guru ditempatkan di berbagai daerah, mulai dari Pulau Raas, Pulau Sepudi, Pamekasan, Jember, Sampang, Dungkek, Daramista hingga sejumlah lembaga binaan pesantren. Mereka tidak hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga terlibat aktif dalam pembinaan keagamaan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam amanatnya, KH. Dr. Imam Khodri TF menegaskan bahwa keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari banyaknya ilmu yang dimiliki, melainkan sejauh mana ilmu tersebut mampu memberi manfaat bagi orang lain.
“Pengabdian merupakan salah satu bentuk nyata dari pengamalan ilmu. Ilmu yang diajarkan dan memberikan manfaat kepada masyarakat akan menjadi amal yang terus mengalir. Karena itu, khidmah bukan sekadar tugas, melainkan investasi akhirat,” tegasnya.
Program Guru Pengabdian yang berada di bawah koordinasi Biro Alumni dan Kaderisasi yang dipimpin Ust. Ahmad Halili Shodiq dan Ust. Miftahol Anwar selama ini menjadi salah satu program unggulan pesantren dalam mencetak kader pendidik dan dai yang siap terjun ke tengah masyarakat.
Bagi Pondok Pesantren Mathlabul Ulum, pengabdian bukan hanya tahapan akhir pendidikan, melainkan bagian penting dari proses pembentukan karakter santri. Melalui program ini, para alumni ditempa untuk belajar memimpin, melayani, beradaptasi dengan masyarakat, serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren.
Prosesi penyerahan kembali berlangsung penuh haru. Setahun perjalanan pengabdian yang sarat pengalaman, tantangan, dan pembelajaran kini menjadi bekal berharga bagi para alumni untuk melanjutkan perjuangan dakwah dan pendidikan di medan pengabdian yang lebih luas.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas selesainya masa khidmah Guru Pengabdian Angkatan 2025 serta harapan agar seluruh alumni senantiasa istiqamah menebar manfaat di tengah masyarakat.
Penulis : Mahmudi
Editor : Novita






