Terpilih dari Madura, Namun Kehadiran Willy Aditya Dinilai Tak Pernah Terasa

- Admin

Minggu, 10 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep – Keberadaan anggota DPR RI Komisi XI Dapil Jawa Timur XI Madura Raya, Willy Aditya, kembali menjadi sorotan publik. Politikus Partai NasDem tersebut dinilai jarang terlihat turun langsung ke masyarakat Madura meski terpilih mewakili empat kabupaten, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Sorotan itu datang dari aktivis muda asal Sumenep, Feri Fausi, yang menilai seorang wakil rakyat seharusnya aktif menyerap aspirasi masyarakat, bukan hanya tampil di media sosial maupun agenda politik nasional di Jakarta.

Menurut Feri, hingga saat ini nama Willy Aditya masih terbilang asing bagi sebagian masyarakat Madura. Ia menilai minimnya kehadiran langsung di daerah pemilihan menjadi catatan buruk bagi seorang anggota dewan yang membawa mandat rakyat.

“Jangan hanya aktif di Jakarta dan media sosial, sementara masyarakat di dapil sendiri bahkan tidak mengenal siapa wakilnya. Ini ironi demokrasi,” tegas Feri.

Ia mengatakan, masyarakat Madura membutuhkan figur anggota DPR RI yang benar-benar hadir di tengah rakyat, mendengar keluhan masyarakat, dan memperjuangkan kebutuhan daerah secara nyata.

“Wakil rakyat itu dipilih untuk menyerap aspirasi masyarakat, bukan sekadar menjadi figur di layar kaca atau membangun pencitraan politik. Kalau masyarakat merasa tidak pernah didatangi dan diajak berdialog, lalu di mana fungsi keterwakilan itu berjalan?” lanjutnya.

Feri juga menyoroti minimnya aktivitas Willy Aditya yang berkaitan langsung dengan persoalan Madura. Berdasarkan pengamatannya, publik lebih sering melihat aktivitas politik nasional dibandingkan kerja konkret di dapil Madura Raya.

Padahal, kata dia, anggota DPR RI telah mendapatkan berbagai fasilitas dan tunjangan negara untuk menunjang tugas-tugas kerakyatan, termasuk melakukan kunjungan kerja dan menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan.

Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat, terlebih Willy Aditya diketahui bukan berasal dari Madura, melainkan lahir di Sumatera Barat. Hal itu dinilai semakin memperkuat kesan kurangnya kedekatan emosional dengan masyarakat yang diwakilinya.

“Kalau memang dipercaya mewakili Madura, maka tunjukkan keberpihakan itu dengan kerja nyata dan kehadiran langsung di tengah masyarakat. Jangan hanya muncul saat momentum politik,” ujar Feri.

Ia menegaskan kritik tersebut merupakan bentuk kontrol sosial agar para wakil rakyat lebih serius menjalankan amanah rakyat yang telah diberikan melalui pemilu.

“Masyarakat Madura butuh wakil yang mau turun, mau mendengar, dan benar-benar bekerja untuk rakyat,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Mahmudi

Editor : Novita

Berita Terkait

Jelang Pilkades Paseraman, Sosok Muhlis Fajar Mulai Jadi Perhatian Warga
JSI Sumenep Dikukuhkan, Komitmen Jaga Independensi dan Etika Pers Ditegaskan
Data Desil DTSEN Tak Sesuai Kondisi Warga, PC IMM Sumenep Desak Evaluasi Lintas Pihak
Krisis Air Bersih Tiap Tahun Melanda Desa Sendir, Kades: “Saya Tidak Tahu Masalah Rakyat”
Cegah Permainan Harga, Pemkab Sumenep Kawal Tata Niaga Tembakau 2026
13 Daerah Tampilkan Seni Tradisi di Sumenep, Bupati: Budaya Harus Terus Berkembang
Dari Digitalisasi ke Daya Saing, UMSURA Dorong UMKM Sumenep Naik Kelas
IMM Sumenep Dorong Wajah Baru Polresta dengan Pelayanan yang Lebih Humanis

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 13:41 WIB

Jelang Pilkades Paseraman, Sosok Muhlis Fajar Mulai Jadi Perhatian Warga

Selasa, 15 September 2026 - 11:44 WIB

JSI Sumenep Dikukuhkan, Komitmen Jaga Independensi dan Etika Pers Ditegaskan

Jumat, 4 September 2026 - 17:39 WIB

Data Desil DTSEN Tak Sesuai Kondisi Warga, PC IMM Sumenep Desak Evaluasi Lintas Pihak

Selasa, 1 September 2026 - 17:50 WIB

Cegah Permainan Harga, Pemkab Sumenep Kawal Tata Niaga Tembakau 2026

Selasa, 1 September 2026 - 17:41 WIB

13 Daerah Tampilkan Seni Tradisi di Sumenep, Bupati: Budaya Harus Terus Berkembang

Berita Terbaru