Yogyakarta – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kota Sumenep kembali menggelar kegiatan Rihlah Dakwah bertajuk “Rihlah to Jogja #2” pada 7–10 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh para pimpinan dan anggota PCM Kota Sumenep dengan agenda padat bernuansa edukatif, spiritual, dan kebudayaan.
Selama empat hari, rombongan menjelajahi berbagai lokasi bersejarah dan inspiratif yang erat kaitannya dengan perjuangan dakwah Muhammadiyah. Beberapa di antaranya yakni Kantor PP Muhammadiyah, Museum Muhammadiyah, dan Makam KH Ahmad Dahlan sebagai pusat jejak pergerakan Islam berkemajuan.
Selain itu, peserta juga melakukan kunjungan ke sejumlah masjid bersejarah dan ikonik seperti Masjid Al Falah Sragen, Masjid Syekh Zayed Solo, Masjid Jogokariyan, dan Masjid Gede Kauman Yogyakarta. Tidak ketinggalan, mereka menelusuri Langgar Kidul Kauman, tempat bersejarah tempat KH Ahmad Dahlan dahulu menyemai semangat tajdid.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan Rihlah juga diisi dengan agenda rekreatif dan kebersamaan seperti kunjungan ke Malioboro, MBS Prambanan & Candi Prambanan, Studi Alam Gamplong, hingga wisata kuliner khas Jogja seperti Gudeg Yu Djum, Sate Ratu, Prasmanan 1 Meter, dan Es Dawet Ngudi Roso.
Ketua PCM Kota Sumenep, H. Mardi Kusdani, S.Pd menyebutkan bahwa rihlah ini bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah dan memperdalam pemahaman dakwah Muhammadiyah.
“Rihlah Dakwah ini intinya ATM — Amati, Tiru, dan Modifikasi. Kita belajar dari sejarah dan praktik terbaik dakwah di berbagai daerah, lalu menyesuaikannya dengan konteks Sumenep,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PCM kota Sumenep berharap dapat membawa semangat baru dalam menggerakkan dakwah dan amal usaha Muhammadiyah di daerah, dengan meneladani keteladanan para tokoh serta memperkuat sinergi antar kader. Jk/red





