Jakarta, 19 Maret 2026 – Pemerintah melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan momentum keagamaan pada 19 Maret 2026 berjalan aman, tertib, dan damai.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Prof. Warsito.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa tanggal tersebut bertepatan dengan dua momentum penting, yakni perayaan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu serta malam takbiran menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
“Sejak sebelum Ramadan, kami telah melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan perayaan keagamaan berjalan aman,” ujarnya dalam wawancara bersama PRO3 RRI.
Pemerintah menekankan peran strategis Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri sebagai pilar utama dalam menjaga kondusivitas, termasuk mengantisipasi potensi kepadatan serta memperkuat toleransi antarumat beragama.
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan pada arus mudik, terutama bagi masyarakat dari wilayah timur Indonesia yang melintasi Bali.
Para pemudik diimbau untuk memahami dan menghormati pelaksanaan ibadah umat Hindu selama Nyepi, yang identik dengan pembatasan aktivitas di ruang publik.
“Bangsa ini memiliki tingkat pemahaman yang tinggi terhadap perbedaan praktik beragama. Ketika mengetahui adanya Hari Raya Nyepi, umat Muslim telah mempersiapkan diri,” kata Warsito.
Pemerintah optimistis masyarakat Indonesia mampu menjaga harmoni di tengah perbedaan praktik keagamaan. Dengan persiapan yang matang, seluruh rangkaian ibadah diharapkan dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan saling menghormati.
Sementara itu, Menteri Agama, Nassarudin Umar, mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan perayaan Nyepi sebagai momentum memperkuat persaudaraan.
Menurutnya, perayaan Nyepi tahun ini terasa istimewa karena berlangsung di bulan suci Ramadan serta berdekatan dengan Idulfitri.
“Ini bukan sekadar kebetulan, melainkan pengingat bahwa kita berada dalam satu semangat Vasudhaiva Kutumbakam: satu bumi, satu keluarga,” ujarnya.





