SITUBONDO – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama arus mudik Lebaran 2026. Salah satunya dengan menghadirkan satu armada kapal cepat yang akan melayani penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar menuju sejumlah kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura.
Kepala KSOP Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan kelancaran perjalanan pemudik yang menggunakan jalur laut. Selain menghadirkan kapal cepat, KSOP juga akan menambah jadwal pelayaran untuk kapal feri reguler yang selama ini melayani rute Situbondo–Madura.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Upaya ini kami lakukan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang selama masa mudik Lebaran, sehingga pelayanan di Pelabuhan Jangkar tetap berjalan lancar dan aman,” ujar Herland.
Saat ini terdapat tiga kapal feri yang melayani penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar menuju wilayah kepulauan di Madura, yakni KMP Munggiyango Hulalo, KMP Wicitra Dharma I, dan KMP Dharma Kartika. Ketiga kapal tersebut akan menambah frekuensi perjalanan selama periode arus mudik.
Selain itu, KSOP Panarukan juga menyiapkan satu unit kapal cepat dengan kapasitas sekitar 400 penumpang. Kapal tersebut diharapkan dapat mempercepat mobilitas pemudik sekaligus mengurangi antrean di pelabuhan.
Menurut Herland, langkah ini penting mengingat puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-6 Lebaran atau sekitar 15 Maret 2026. Pada periode tersebut, jumlah penumpang diprediksi meningkat signifikan, terutama dari pekerja asal Madura yang selama ini bekerja di Bali.
Lonjakan penumpang juga diperkirakan dipicu oleh penutupan sementara jalur penyeberangan Gilimanuk (Bali)–Ketapang (Banyuwangi) pada 19–20 Maret 2026. Penutupan dilakukan untuk menghormati perayaan Hari Raya Nyepi di Bali.
Kondisi tersebut diperkirakan membuat sebagian pemudik dari Bali memilih jalur alternatif melalui Pelabuhan Jangkar di Situbondo untuk menuju wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep.
Untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan yang lebih besar, KSOP Panarukan juga menyiagakan armada tambahan berupa Kapal Negara (KN) Masalembo. Kapal navigasi milik pemerintah itu saat ini berada di Surabaya dan siap dikerahkan apabila diperlukan untuk membantu mengurai kepadatan penumpang.
Dengan penambahan armada dan frekuensi pelayaran tersebut, KSOP Panarukan berharap arus mudik melalui Pelabuhan Jangkar dapat berlangsung tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh penumpang yang menuju kepulauan di Madura.(Byg/red)





