SUMENEP – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura resmi mengembangkan struktur kelembagaannya. Pimpinan Komisariat (PK) IMM UNIBA Madura kini ditingkatkan menjadi Koordinator Komisariat (Korkom), sekaligus membentuk tiga komisariat baru berdasarkan bidang fakultas.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (7/11/2026), pukul 15.00 WIB, bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumenep.
Acara ini dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumenep, Dr. Moh. Zeinuddin, S.H., M.Hum.; Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIBA Madura, Dr. Alvin Arifin, S.Ab., M.M.; serta Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) IMM, Moh. Ridho Ilahi Robbi.
Pemekaran organisasi tersebut melahirkan tiga komisariat baru yang memiliki nama dan filosofi sesuai karakter keilmuan masing-masing fakultas.
Pertama, PK Alamud yang menaungi Fakultas Teknik. Nama Alamud diambil dari filosofi benteng yang melambangkan kekuatan, keteguhan, dan daya tahan. Filosofi ini diharapkan menjadi gambaran kader yang memiliki prinsip kuat, berwawasan luas, serta mampu menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kedua, PK Magna Cartayang menaungi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Nama tersebut merujuk pada dokumen sejarah yang menjadi simbol keadilan, pengakuan hak, dan pembatasan kekuasaan. Filosofi ini diharapkan mampu melahirkan kader yang berintegritas, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan ekonomi dan sosial.
Ketiga, PK Andalusia yang menaungi Fakultas Hukum (FH), Fakultas Bahasa Asing (FBA), dan Ilmu Komunikasi (ILKOM). Nama Andalusia terinspirasi dari peradaban Islam di Al-Andalus yang dikenal sebagai pusat perkembangan ilmu pengetahuan, filsafat, hukum, bahasa, dan budaya. Nama ini mencerminkan keterbukaan berpikir serta semangat membangun tradisi intelektual.
Ketua Korkom IMM UNIBA Madura, Aura Intan Wulandari, menjelaskan bahwa pembentukan tiga komisariat baru merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan gerakan IMM di lingkungan kampus.
Ia juga mengaitkan momentum tersebut dengan filosofi Madura yang melekat pada sosok KH. Bahaudin, yakni Tera’ ta’ adhemar.
“Sebagaimana falsafah Madura yang melekat pada KH. Bahaudin, Tera’ ta’ adhemar, diharapkan calon kader IMM mampu menjadi penerang di tengah kegelapan. Pemekaran komisariat ini merupakan salah satu cara IMM UNIBA Madura untuk memperluas cakupan organisasi. Tiga komisariat baru ini harus menjadi tempat berkembangnya pemikiran dan gerakan. Perjuangan ini harus tetap diingat, selamanya tetap diingat dan menjadi kenangan,” ungkap Aura.
Sementara itu, Ketua Umum PC IMM, Moh. Ridho Ilahi Robbi, menceritakan perjalanan panjang perkembangan IMM di UNIBA Madura. Menurutnya, pembentukan Korkom merupakan cita-cita yang telah dirintis sejak 2021.
Ia menjelaskan, perjalanan organisasi tersebut berawal dari empat orang pengurus hingga akhirnya berkembang dan mampu memperluas gerakan ke berbagai fakultas.
“Pendirian Koordinator Komisariat ini sudah menjadi harapan sejak tahun 2021. Berawal dari empat orang anggota, kemudian terus berkembang dan semakin maju hingga mampu menyebarkan gerakan ke berbagai fakultas,” jelas Ridho.
Ketua PDM Sumenep, Dr. Moh. Zeinuddin, S.H., M.Hum., turut menyampaikan pesan kepada seluruh kader IMM UNIBA Madura agar tidak berhenti mengembangkan dan memperkuat organisasi.
Ia berharap IMM UNIBA Madura terus memperluas jangkauan gerakannya ke fakultas lain. Selain itu, para kader diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Menurutnya, kemajuan organisasi tidak hanya diukur dari bertambahnya struktur kepengurusan atau jumlah komisariat, tetapi juga dari kontribusi nyata para kader dalam kehidupan sosial.
Dengan terbentuknya Korkom dan tiga komisariat baru, IMM UNIBA Madura diharapkan memiliki koordinasi organisasi yang lebih terarah, komunikasi yang semakin kuat, serta proses kaderisasi yang lebih luas.
Pemekaran ini menjadi bagian dari perjalanan IMM UNIBA Madura dalam memperkuat eksistensi organisasi, mengembangkan tradisi intelektual, dan memperluas ruang gerak kader di lingkungan kampus.
Penulis : Mahmudi
Editor : Novita






