Hampir Rampung, Pembangunan Musola Al-Ikhlas di Manding Capai 96 Persen Berkat Kepedulian JSI

- Admin

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep – Pembangunan Musola Al-Ikhlas yang berlokasi di Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, terus menunjukkan progres signifikan. Hingga Jumat, 30 Januari 2026, pembangunan musola tersebut telah mencapai 96 persen dan kini memasuki tahap penyempurnaan akhir.

Pembangunan Musola Al-Ikhlas terlaksana berkat kepedulian Jurnalis Sumenep Independen (JSI) yang didukung oleh para donatur dari berbagai kalangan. Aksi sosial ini menjadi bukti bahwa jurnalisme tidak hanya berperan dalam pemberitaan, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ketua JSI, Igusty Madani, menyampaikan bahwa capaian pembangunan tersebut merupakan hasil kolaborasi, gotong royong, serta kepedulian sosial berbagai pihak yang memiliki komitmen terhadap pembangunan sarana ibadah.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, pembangunan Musola Al-Ikhlas hampir rampung. Ini tidak lepas dari dukungan para donatur serta solidaritas rekan-rekan JSI yang sejak awal mengawal dan menggerakkan kegiatan sosial ini,” ujarnya.

Menurut Igusty, keterlibatan JSI dalam pembangunan musola bukan sekadar aktivitas tambahan di luar tugas jurnalistik, melainkan bentuk tanggung jawab moral jurnalis sebagai bagian dari masyarakat.

“JSI ingin menegaskan bahwa jurnalisme harus hadir membawa manfaat. Musola ini adalah wujud kepedulian kami terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya di desa yang masih membutuhkan fasilitas ibadah yang layak,” tegasnya.

Ia berharap, setelah pembangunan selesai sepenuhnya, Musola Al-Ikhlas dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga sekitar, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, serta pembinaan moral masyarakat.

“Harapan kami, musola ini menjadi tempat ibadah yang nyaman sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah dan kebersamaan warga Desa Gunung Kembar,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu donatur yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa pembangunan Musola Al-Ikhlas merupakan wujud kepedulian bersama terhadap pembangunan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

“Kegiatan ini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi bagian dari gerakan kemanusiaan dan ibadah. Ketika jurnalis dan masyarakat bersatu dalam kebaikan, banyak hal positif yang bisa diwujudkan,” tuturnya.

Ia juga berharap aksi sosial tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk turut berkontribusi dalam kegiatan sosial dan keagamaan di Kabupaten Sumenep.

Sekadar diketahui, pembangunan Musola Al-Ikhlas merupakan bagian dari komitmen sosial JSI dalam mengawal pembangunan musala yang sebelumnya ambruk di Dusun Cekkor, Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding. Pembangunan kembali musala tersebut merupakan hasil gerakan penggalangan dana yang dipelopori JSI dengan melibatkan masyarakat, pemerintah, pihak swasta, hingga para dermawan.

Igusty Madani menegaskan, keterlibatan JSI dalam pembangunan musala ini merupakan implementasi dari prinsip Ihdinas Sirotol Mustaqim, yakni menjalankan profesi jurnalistik di jalan lurus dengan menghadirkan manfaat sosial.

“Jurnalisme tidak berhenti pada pemberitaan. Jurnalisme harus menghadirkan kebermanfaatan. Bantuan dari para donatur adalah amanah yang harus diwujudkan menjadi amal jariyah,” tegasnya.

Pengurus JSI, Ibnu Hajar, menilai keberadaan musala tersebut sangat vital bagi kehidupan keagamaan warga setempat.

“Musala ini sangat dibutuhkan warga. Dukungan para donatur membuktikan bahwa kepedulian sosial masih tumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selain mengawal pembangunan musala, JSI juga konsisten menjalankan berbagai program sosial lainnya, seperti bersih-bersih lingkungan, program Saku Berkah untuk warga dhuafa setiap pekan, santunan anak yatim, hingga inisiatif Ambulans Umat.

Melalui pembangunan Musola Al-Ikhlas dan berbagai aksi sosial tersebut, JSI menegaskan bahwa jurnalis bukan sekadar pengamat peristiwa, melainkan bagian dari solusi sosial dan kemanusiaan.(Gst/red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Koordinasi Diperkuat, Progres Pembangunan Gerai KDKMP di Sumenep Dikebut Kembali
Wartawan Dipanggil Polisi, JSI Sumenep Angkat Suara dan Siap Aksi
UWO Organizer, Kekuatan Tata Rias Pengantin yang Elegan dan Profesional
Dakwah Harus Berdampak, Wakaf Tunai Jadi Strategi Baru Muhammadiyah
Jelang Hari Raya Idul Adha, Harga Kambing di Pasar Lenteng Merangkak Naik
Halal Bihalal IMM Pamekasan, Dari Silaturahmi Menuju Konsolidasi Gerakan
Grand Opening SkY Coffee Grounds Sukses, Jadi Ruang Baru Anak Muda Berkumpul
5.635 Nelayan Terhubung Perbankan – OJK Perkuat Ekonomi Pesisir Banyuwangi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 11:57 WIB

Koordinasi Diperkuat, Progres Pembangunan Gerai KDKMP di Sumenep Dikebut Kembali

Senin, 20 April 2026 - 11:34 WIB

Wartawan Dipanggil Polisi, JSI Sumenep Angkat Suara dan Siap Aksi

Senin, 20 April 2026 - 09:00 WIB

UWO Organizer, Kekuatan Tata Rias Pengantin yang Elegan dan Profesional

Senin, 20 April 2026 - 06:09 WIB

Dakwah Harus Berdampak, Wakaf Tunai Jadi Strategi Baru Muhammadiyah

Minggu, 19 April 2026 - 01:32 WIB

Jelang Hari Raya Idul Adha, Harga Kambing di Pasar Lenteng Merangkak Naik

Berita Terbaru