Dari Wiraraja untuk ASEAN: Dr. Zeinudin dan Prof. Sonny Dorong Kerangka Hukum Kawasan Berbasis Kemanusiaan

- Admin

Selasa, 2 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUMENEP — Kolaborasi akademik lintas negara kembali diperkuat melalui kegiatan visiting lecturer yang digelar Fakultas Hukum Universitas Wiraraja bekerja sama dengan International Islamic University Malaysia (IIUM) pada Selasa, 2 Desember 2025. Acara ini menghadirkan dua pembicara utama: Dr. Moh. Zeinudin dari Indonesia dan Assoc. Prof. Sonny Zulhuda, PhD dari IIUM, yang keduanya memetakan arah baru hubungan hukum Indonesia–Malaysia di tengah percepatan integrasi kawasan ASEAN.

Dalam sesi pembuka, Assoc. Prof. Sonny Zulhuda memaparkan perkembangan sistem hukum Malaysia yang merupakan kombinasi unik antara common law, tradisi hukum Islam, dan prinsip-prinsip modern dalam tata kelola pemerintahan. Ia menekankan bahwa fleksibilitas sistem hukum Malaysia memungkinkan adaptasi yang cepat terhadap kebutuhan ekonomi digital dan integrasi regional. Menurutnya, Malaysia tengah memperkuat kerangka perlindungan data, keamanan siber, dan regulasi ekonomi digital sebagai bagian dari kesiapan menghadapi dinamika ASEAN.

Memperkuat perspektif tersebut, Dr. Moh. Zeinudin—pakar hukum asal Indonesia yang dikenal sebagai pemikir progresif—menyampaikan gagasan baru bagi pengembangan sistem hukum Indonesia dan Malaysia dalam kerangka kerja sama kawasan. Ia menilai, perbedaan karakter sistem hukum kedua negara justru menjadi aset strategis dalam membangun model integrasi hukum ASEAN yang lebih matang.

“Indonesia dan Malaysia tidak perlu menyeragamkan hukum, tetapi menyamakan orientasi. Yang beragama dan berhukum adalah manusia, maka prinsip kemanusiaan harus menjadi bahasa bersama dalam pembangunan hukum kawasan,” ujar Dr. Zein.

Dalam forum tersebut, Dr. Zein menawarkan konsep ASEAN Human-Centered Legal Framework, yakni pendekatan kolaboratif yang menempatkan manusia sebagai pusat pembentukan hukum kawasan. Ia menekankan pentingnya legal convergence yang tidak berhenti pada harmonisasi peraturan, tetapi juga pada kesamaan nilai, tujuan, dan arah pembangunan hukum. Menurutnya, tantangan seperti migrasi tenaga kerja, ekonomi digital, hingga pergerakan lintas batas membutuhkan standar hukum bersama yang lebih responsif terhadap realitas masyarakat ASEAN.

Assoc. Prof. Sonny Zulhuda menyambut baik gagasan tersebut dan menilai bahwa kolaborasi berbasis penelitian lintas negara adalah langkah penting berikutnya. Ia menegaskan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki peran strategis dalam membangun norma hukum kawasan yang kompatibel dengan perkembangan global.

“Kita membutuhkan kerja sama yang melampaui diplomasi formal. Akademisi harus menjadi motor untuk merumuskan joint legal research agar hukum ASEAN tidak tertinggal dari dinamika masyarakatnya,” ujar Sonny.

Kedua pemateri sepakat bahwa sinergi Indonesia–Malaysia dapat memperkuat posisi ASEAN dalam percaturan regional, terutama dalam merespons isu-isu yang semakin kompleks di bidang hukum, ekonomi, dan sosial. Para peserta dari kedua negara menyebut kegiatan ini sebagai langkah penting menuju pembentukan platform kolaborasi hukum yang berkelanjutan.

Dengan hadirnya dua pemikir dari dua tradisi hukum yang berbeda, forum di Universitas Wiraraja tidak hanya mencatat diskusi akademik bernas, tetapi juga membuka horizon baru bagi lahirnya paradigma hukum kawasan yang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi pada manusia. Asanya, dialog ini menjadi fondasi bagi penguatan diplomasi hukum Indonesia–Malaysia serta konsolidasi hukum ASEAN di masa depan.(*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PLN Tegaskan Isu Pemadaman Listrik Jawa-Bali Tiga Hari Adalah Hoaks
Didesak Bentuk Yayasan Sosial, Program “Berbagi Setiap Hari” Detikzone.id Dinilai Perlu Dilembagakan
Shodaqoh Subuh Masjid Ahmad Dahlan Parsanga, Menebar Berkah dari Jamaah untuk Masyarakat
Pemkab Sumenep dan Baznas Salurkan Bantuan Rp30 Juta untuk Korban Kebakaran di Giligenting
BPRS Bhakti Sumekar Tebar Kepedulian Lewat Program Jumat Bersih di Masjid Ahmad Dahlan Parsanga
Sembilan Hari Tanpa Henti, Detikzone.id Tebar Kebaikan untuk Sesama
Kominfo Jatim Sebut Hoaks Masih Dominasi Arus Informasi Digital
QISMu Students Kembali Bersinar di Ajang Kabupaten dan Provinsi

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 13:26 WIB

PLN Tegaskan Isu Pemadaman Listrik Jawa-Bali Tiga Hari Adalah Hoaks

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:14 WIB

Didesak Bentuk Yayasan Sosial, Program “Berbagi Setiap Hari” Detikzone.id Dinilai Perlu Dilembagakan

Selasa, 16 Juni 2026 - 06:37 WIB

Pemkab Sumenep dan Baznas Salurkan Bantuan Rp30 Juta untuk Korban Kebakaran di Giligenting

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:00 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Tebar Kepedulian Lewat Program Jumat Bersih di Masjid Ahmad Dahlan Parsanga

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:58 WIB

Sembilan Hari Tanpa Henti, Detikzone.id Tebar Kebaikan untuk Sesama

Berita Terbaru

Nasional

Prabowo Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan

Selasa, 23 Jun 2026 - 06:54 WIB

Opini

Balada MBG Mau Distop: Siswa Santai, Mitra Stres

Senin, 22 Jun 2026 - 12:58 WIB