SUMENEP – Momentum Khotmil Qur’an yang digelar Gerakan Pemuda Ansor Cabang Sumenep dimanfaatkan untuk memperkuat budaya literasi kader. Dalam kegiatan yang berlangsung pada 27 Februari 2026 itu, Naghfir’s Institute menyerahkan wakaf buku sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan intelektual kader muda.
Penyerahan wakaf dilakukan secara simbolis dan diterima langsung Ketua GP Ansor Sumenep, KH Qumri Rahman, di hadapan ratusan kader yang mengikuti rangkaian Khotmil Qur’an. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an secara berjamaah.
Direktur Naghfir’s Institute, Dr. Naghfir, SH, S.HI, M.Kn, mengatakan wakaf buku merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam mendorong penguatan kapasitas intelektual kader Nahdliyin. Menurutnya, kader Ansor perlu memiliki keseimbangan antara kekuatan spiritual dan wawasan keilmuan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin kader Ansor tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki bekal intelektual yang memadai. Buku menjadi sumber pengetahuan dan pintu lahirnya gagasan besar,” ujarnya.
Naghfir yang juga menjabat sebagai Ketua ISSITA Sumenep menilai penguatan literasi menjadi kebutuhan mendesak di tengah derasnya arus informasi digital. Ia berharap koleksi buku yang diwakafkan tidak berhenti sebagai simbol, tetapi benar-benar dimanfaatkan dalam forum diskusi, proses kaderisasi, serta pengembangan wawasan keislaman dan kebangsaan.
Sementara itu, KH Qumri Rahman menyampaikan apresiasi atas kontribusi tersebut. Ia menilai tambahan referensi bacaan akan memperkaya proses kaderisasi dan memperkuat tradisi keilmuan di lingkungan Ansor Sumenep.
Kolaborasi antara gerakan literasi dan organisasi kepemudaan ini diharapkan terus berlanjut melalui berbagai program pengembangan sumber daya manusia di Sumenep, sehingga kader Ansor mampu berperan aktif dalam menjawab tantangan zaman dengan bekal spiritual dan intelektual yang seimbang.





