SUMENEP – Gelombang penolakan terhadap wacana penerapan pilkada tidak langsung di Kabupaten Sumenep kembali berlanjut. Setelah sebelumnya menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPD Partai Golkar dan DPC PKB, massa aksi Aliasi Mahasiswa Sumenep (AMS) kembali turun ke jalan dan mendatangi kantor DPC Partai Demokrat Sumenep.
Aksi yang digelar pada Selasa siang tersebut dipimpin oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Tijanus Zaman. Massa menyuarakan penolakan tegas terhadap rencana pilkada tidak langsung yang dinilai mencederai prinsip demokrasi dan mengabaikan hak politik rakyat.
Dalam orasinya, Tijanus Zaman menegaskan bahwa pilkada langsung merupakan hasil perjuangan reformasi yang tidak boleh ditarik mundur. Ia menyebut, pemilihan kepala daerah secara langsung memberikan ruang partisipasi rakyat dalam menentukan pemimpinnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pilkada langsung adalah hak rakyat. Jika dikembalikan menjadi tidak langsung, maka demokrasi hanya akan dikuasai elit dan menjauh dari kehendak masyarakat,” ujar Tijanus di hadapan peserta aksi.
Menurutnya, aksi lanjutan ini merupakan bentuk konsistensi sikap mahasiswa dan elemen masyarakat dalam menjaga nilai-nilai demokrasi. Ia juga menyampaikan bahwa sebelumnya pihaknya telah menyampaikan aspirasi serupa di kantor Golkar dan PKB, dan kini giliran Partai Demokrat diminta menyatakan sikap yang jelas.
Massa aksi mendesak Partai Demokrat sebagai partai politik untuk secara terbuka menolak wacana pilkada tidak langsung dan berpihak pada kepentingan rakyat. Mereka juga meminta agar aspirasi tersebut diteruskan ke tingkat pusat.
Aksi berlangsung dengan tertib dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Hingga aksi berakhir, tidak terjadi insiden berarti, dan massa membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutan serta pernyataan sikap secara bergantian.





