Terlalu Banyak Event di Sumenep, Warga Nilai Tak Berdampak dan Minta Fokus pada Infrastruktur

- Admin

Minggu, 12 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep – Gelaran berbagai event di Kabupaten Sumenep dalam beberapa bulan terakhir menuai sorotan dari masyarakat. Pasalnya, kegiatan yang digelar silih berganti dinilai tidak memberikan manfaat signifikan bagi kesejahteraan warga, terutama di sektor ekonomi dan pembangunan daerah.

Sejumlah warga menilai, pemerintah daerah seharusnya lebih memprioritaskan anggaran untuk pembangunan infrastruktur yang lebih dibutuhkan masyarakat, seperti perbaikan jalan, drainase, dan fasilitas umum di pedesaan.

“Event memang bagus untuk hiburan, tapi kalau terlalu sering tanpa dampak nyata bagi masyarakat, itu hanya buang-buang anggaran. Lebih baik dana itu dipakai untuk memperbaiki jalan rusak atau infrastruktur lain yang lebih bermanfaat,” ujar Agus Kurniawan salah satu warga kecamatan kota Sumenep, Senin (13/10/2025).

Data dari berbagai sumber menunjukkan, dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, Pemkab Sumenep menggelar sejumlah event besar, mulai dari festival budaya. Namun, sebagian warga menilai kegiatan tersebut lebih bersifat seremonial dan tidak menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Agus Kurniawan, menilai pemerintah daerah seharusnya melakukan evaluasi terhadap efektivitas kegiatan tersebut. “Kalau event itu benar-benar berdampak pada peningkatan ekonomi lokal, silakan dilanjutkan. Tapi kalau hanya jadi ajang pencitraan, sebaiknya dihentikan sementara dan fokus ke pembangunan yang lebih nyata,” tegasnya.

Ia menambahkan, kondisi infrastruktur di sejumlah kecamatan, terutama wilayah kepulauan dan perdesaan, masih memprihatinkan. “Banyak jalan rusak, akses air bersih sulit, dan fasilitas publik terbatas. Sementara di kota malah sibuk dengan festival dan event besar,” imbuhnya.

Masyarakat berharap, Pemkab Sumenep lebih bijak dalam mengalokasikan anggaran, agar pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat dan bukan sekadar kegiatan seremonial yang minim manfaat. (Sy/red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Konfercab PMII Surabaya di Islamic Centre Ricuh, Kader Unair Diduga Dipukul
Jelang Pilkades Paseraman, Sosok Muhlis Fajar Mulai Jadi Perhatian Warga
JSI Sumenep Dikukuhkan, Komitmen Jaga Independensi dan Etika Pers Ditegaskan
Data Desil DTSEN Tak Sesuai Kondisi Warga, PC IMM Sumenep Desak Evaluasi Lintas Pihak
Krisis Air Bersih Tiap Tahun Melanda Desa Sendir, Kades: “Saya Tidak Tahu Masalah Rakyat”
Cegah Permainan Harga, Pemkab Sumenep Kawal Tata Niaga Tembakau 2026
13 Daerah Tampilkan Seni Tradisi di Sumenep, Bupati: Budaya Harus Terus Berkembang
Dari Digitalisasi ke Daya Saing, UMSURA Dorong UMKM Sumenep Naik Kelas

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 13:41 WIB

Jelang Pilkades Paseraman, Sosok Muhlis Fajar Mulai Jadi Perhatian Warga

Selasa, 15 September 2026 - 11:44 WIB

JSI Sumenep Dikukuhkan, Komitmen Jaga Independensi dan Etika Pers Ditegaskan

Jumat, 4 September 2026 - 17:39 WIB

Data Desil DTSEN Tak Sesuai Kondisi Warga, PC IMM Sumenep Desak Evaluasi Lintas Pihak

Jumat, 4 September 2026 - 07:50 WIB

Krisis Air Bersih Tiap Tahun Melanda Desa Sendir, Kades: “Saya Tidak Tahu Masalah Rakyat”

Selasa, 1 September 2026 - 17:50 WIB

Cegah Permainan Harga, Pemkab Sumenep Kawal Tata Niaga Tembakau 2026

Berita Terbaru

Nasional

Ancaman El Nino, Pemerintah Genjot Pompanisasi Pertanian

Minggu, 4 Okt 2026 - 13:49 WIB