Sumenep – Gelaran berbagai event di Kabupaten Sumenep dalam beberapa bulan terakhir menuai sorotan dari masyarakat. Pasalnya, kegiatan yang digelar silih berganti dinilai tidak memberikan manfaat signifikan bagi kesejahteraan warga, terutama di sektor ekonomi dan pembangunan daerah.
Sejumlah warga menilai, pemerintah daerah seharusnya lebih memprioritaskan anggaran untuk pembangunan infrastruktur yang lebih dibutuhkan masyarakat, seperti perbaikan jalan, drainase, dan fasilitas umum di pedesaan.
“Event memang bagus untuk hiburan, tapi kalau terlalu sering tanpa dampak nyata bagi masyarakat, itu hanya buang-buang anggaran. Lebih baik dana itu dipakai untuk memperbaiki jalan rusak atau infrastruktur lain yang lebih bermanfaat,” ujar Agus Kurniawan salah satu warga kecamatan kota Sumenep, Senin (13/10/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Data dari berbagai sumber menunjukkan, dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, Pemkab Sumenep menggelar sejumlah event besar, mulai dari festival budaya. Namun, sebagian warga menilai kegiatan tersebut lebih bersifat seremonial dan tidak menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Agus Kurniawan, menilai pemerintah daerah seharusnya melakukan evaluasi terhadap efektivitas kegiatan tersebut. “Kalau event itu benar-benar berdampak pada peningkatan ekonomi lokal, silakan dilanjutkan. Tapi kalau hanya jadi ajang pencitraan, sebaiknya dihentikan sementara dan fokus ke pembangunan yang lebih nyata,” tegasnya.
Ia menambahkan, kondisi infrastruktur di sejumlah kecamatan, terutama wilayah kepulauan dan perdesaan, masih memprihatinkan. “Banyak jalan rusak, akses air bersih sulit, dan fasilitas publik terbatas. Sementara di kota malah sibuk dengan festival dan event besar,” imbuhnya.
Masyarakat berharap, Pemkab Sumenep lebih bijak dalam mengalokasikan anggaran, agar pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat dan bukan sekadar kegiatan seremonial yang minim manfaat. (Sy/red)





