Program Terpadu Efektif, Kemiskinan di Sumenep Turun Signifikan pada 2025

- Admin

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus menunjukkan komitmen kuat dalam menurunkan angka kemiskinan melalui berbagai program strategis lintas sektor. Upaya tersebut mulai membuahkan hasil positif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep Tahun 2025, persentase penduduk miskin berhasil ditekan menjadi 17,02% atau sekitar 188,48 ribu jiwa, turun dari 17,78% atau sekitar 196,42 ribu jiwa pada tahun 2024. Penurunan ini menunjukkan bahwa kebijakan penanggulangan kemiskinan Pemkab Sumenep semakin efektif dan tepat sasaran.

Pemkab Sumenep mengacu pada tiga strategi nasional pengentasan kemiskinan, yakni mengurangi beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengurangi kantong-kantong kemiskinan. Ketiga strategi tersebut diterjemahkan dalam berbagai program kolaboratif yang melibatkan perangkat daerah, pemerintah desa, serta masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu program yang terbukti efektif adalah alokasi 20% Dana Desa (DD) untuk ketahanan pangan. Melalui BUMDes, desa-desa didorong mengembangkan usaha produktif di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sehingga tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi warga.

Untuk memperkuat arah kebijakan, Bappeda Sumenep juga telah menyusun Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) 2025–2029 sebagai pedoman seluruh perangkat daerah. Dokumen ini mengadopsi pendekatan multidimensi, mengingat kemiskinan tidak hanya terkait pendapatan, tetapi juga akses terhadap pendidikan, kesehatan, air bersih, dan layanan dasar lainnya.

Di sisi lain, Pemkab Sumenep terus mengembangkan sistem data terpadu melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan setiap intervensi lebih tepat sasaran dan mudah dipantau.

Tiga Strategi Nasional yang Diperkuat Pemkab Sumenep

1. Mengurangi Beban Pengeluaran Masyarakat

Fokus strategi ini adalah meringankan kebutuhan dasar rumah tangga berpenghasilan rendah. Program-program yang dijalankan meliputi:

  • Bantuan sosial (Program Sembako/BPNT, PKH, beasiswa mahasiswa berprestasi dan kurang mampu, serta bantuan lansia).
  • Jaminan kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC) dan BPJS Ketenagakerjaan.
  • Program gizi seperti PMT balita stunting, pemberian susu dan biskuit, serta Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH).
  • Bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).
  • Program sanitasi berbasis masyarakat dan penyediaan air bersih.
  • Subsidi transportasi bagi masyarakat kepulauan.

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi tekanan biaya hidup yang selama ini membebani masyarakat miskin.

2. Meningkatkan Pendapatan Masyarakat

Strategi ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi melalui:

  • Pengembangan pertanian, peternakan, dan perikanan.
  • Pelatihan keterampilan kerja, pelatihan wirausaha, serta penyelenggaraan job fair.
  • Program padat karya berbasis infrastruktur yang menyerap tenaga kerja lokal.
  • Fasilitasi akses permodalan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk usaha produktif.

Dengan meningkatnya kapasitas usaha dan produksi, masyarakat diharapkan memiliki pendapatan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

3. Mengurangi Kantong-Kantong Kemiskinan

Strategi ini difokuskan pada percepatan pembangunan di daerah tertinggal, termasuk:

  • Optimalisasi Dana Desa untuk pengembangan BUMDes dan BUMDesMa.
  • Pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, jaringan listrik, dan konektivitas lainnya.
  • Peningkatan akses air bersih dan sanitasi.
  • Penguatan layanan dasar kesehatan dan pendidikan melalui perbaikan sarana prasarana puskesmas dan sekolah.

Dengan serangkaian kebijakan komprehensif dan sinergi kuat antar perangkat daerah, program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sumenep menunjukkan tren yang semakin positif. Pemkab Sumenep menegaskan bahwa komitmen ini akan terus diperkuat melalui inovasi program, peningkatan kualitas data, serta kolaborasi berkelanjutan dengan desa dan masyarakat.

Pemkab optimistis langkah-langkah strategis tersebut mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gen Z Jatim Desak Perda Pembatasan Plastik
Memalukan ! Marsel Agot Seorang Petinggi Agama Di Labuan Bajo Diduga Rampas Tanah Warga
Meski Malam Hari, Petugas PLN Dungkek Tetap Sigap Atasi Keluhan Listrik Warga
Hampir Rampung, Pembangunan Musola Al-Ikhlas di Manding Capai 96 Persen Berkat Kepedulian JSI
Diduga Terlibat Teror Wartawan, Nama Pater Marsel Agot Dikaitkan dengan Sengketa Tanah Batu Gosok Labuan Bajo
Siswa Jadi Korban Tabrakan, luka dan Sakit, Homaidi, Oknum Polres Sumenep Malah Panggil Orang Tuanya Berdalih ada Laporan Padahal Tidak
Lima Komisioner Komisi Informasi Sumenep Periode 2025–2029 Resmi Dilantik
Cuaca Ekstrem, Kapolres Sumenep Cek Pelabuhan

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 17:04 WIB

Gen Z Jatim Desak Perda Pembatasan Plastik

Senin, 2 Februari 2026 - 12:07 WIB

Memalukan ! Marsel Agot Seorang Petinggi Agama Di Labuan Bajo Diduga Rampas Tanah Warga

Jumat, 30 Januari 2026 - 06:09 WIB

Hampir Rampung, Pembangunan Musola Al-Ikhlas di Manding Capai 96 Persen Berkat Kepedulian JSI

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:30 WIB

Diduga Terlibat Teror Wartawan, Nama Pater Marsel Agot Dikaitkan dengan Sengketa Tanah Batu Gosok Labuan Bajo

Minggu, 25 Januari 2026 - 12:38 WIB

Siswa Jadi Korban Tabrakan, luka dan Sakit, Homaidi, Oknum Polres Sumenep Malah Panggil Orang Tuanya Berdalih ada Laporan Padahal Tidak

Berita Terbaru

Opini

Dampak Globalisasi Terhadap Negara-Negara Miskin

Selasa, 3 Feb 2026 - 04:01 WIB

Daerah

Gen Z Jatim Desak Perda Pembatasan Plastik

Senin, 2 Feb 2026 - 17:04 WIB