Praneda Care Foundation Jakarta dan Tim Sedekah Terangi Kegelapan Pascabencana Aceh Tamiang

- Admin

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Komitmen terhadap aksi kemanusiaan terus ditunjukkan Praneda Care Foundation bersama tim sedekah. Pada Selasa, lembaga filantropi ini kembali mengambil langkah nyata dengan menyalurkan bantuan peralatan vital bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Bantuan tersebut disalurkan ke wilayah Kota Lintang Bawah, Dusun Al-Ikhsan, Aceh Tamiang, berupa mesin kompresor air, genset berkapasitas besar, lampu, serta berbagai perlengkapan penerangan lainnya dan peralatan sehari hari. Peralatan ini dinilai sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas warga pascabencana, khususnya dalam pemulihan fasilitas umum dan kebutuhan dasar masyarakat.

Sebelumnya, Praneda Care Foundation juga telah berkontribusi dalam pembangunan musala umum Detikzone.id serta menyalurkan donasi sebesar Rp37 juta untuk pengadaan Ambulans Umat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Rangkaian bantuan tersebut menunjukkan konsistensi lembaga ini dalam menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan uluran tangan.

Owner Praneda Care Foundation, Yessy Praneda, mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan kepedulian kemanusiaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.

“Bencana tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga memutus akses dasar masyarakat. Bantuan ini kami harapkan dapat meringankan beban warga serta membantu mereka bangkit dan beraktivitas kembali,” ujar Yessy.

Ia juga mendoakan agar masyarakat Aceh Tamiang diberikan kekuatan, kesabaran, dan perlindungan dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana. Menurutnya, solidaritas dan kepedulian bersama menjadi kunci utama dalam membangun kembali kehidupan masyarakat yang terdampak.

Yessy berharap, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal dan menjadi pemantik semangat gotong royong di tengah masyarakat. Ia juga mengajak berbagai pihak untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial terhadap korban bencana di berbagai daerah.

“Terima kasih kepada Bapak BP, Ibu Andi Verawati, KK Imelda, Nova Paloh, Ibu Lanny Bambang, Mbak Husna Sherly, Ferlita, Mbak Inggrit, dan Oscar yang turut meringankan beban saudara saudara kita. Total sumbangan Rp 79,7 juta,” tandasnya.

Sementara itu, perwakilan dan orang kepercayaan Praneda Care Foundation di Aceh Tamiang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Atas nama warga Aceh Tamiang, khususnya masyarakat Kota Lintang Bawah, Dusun Al-Ikhsan, kami mengucapkan terima kasih kepada Praneda Care Foundation. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

Ia turut mendoakan agar seluruh pihak yang terlibat dalam aksi kemanusiaan ini diberikan keberkahan, kesehatan, dan kelancaran rezeki, serta berharap kepedulian seperti ini terus berlanjut demi kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat luas.

Di tengah meningkatnya frekuensi bencana alam dan keterbatasan daya jangkau bantuan pemerintah, kehadiran lembaga filantropi seperti Praneda Care Foundation menunjukkan bahwa solidaritas sosial masih menjadi kekuatan utama bangsa. Aksi nyata yang dilakukan tidak hanya sebatas bantuan material, tetapi juga menghadirkan harapan dan pemulihan psikologis bagi masyarakat terdampak.

Bantuan peralatan vital seperti genset dan penerangan membuktikan bahwa respons kemanusiaan yang tepat sasaran mampu mempercepat pemulihan kehidupan warga pascabencana. Pendekatan ini menegaskan bahwa kepedulian bukan sekadar empati, melainkan tindakan konkret yang menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Lebih dari itu, langkah Praneda Care Foundation memperlihatkan peran strategis masyarakat sipil dalam melengkapi upaya negara. Ketika kolaborasi antara filantropi, komunitas lokal, dan relawan terbangun dengan baik, maka penanganan bencana tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga berkelanjutan dan bermartabat.

Aksi-aksi kemanusiaan semacam ini patut dijadikan contoh, bahwa pembangunan sosial tidak selalu harus menunggu kebijakan besar, melainkan bisa dimulai dari kepedulian yang tulus dan keberanian untuk bertindak. Di sinilah nilai kemanusiaan menemukan maknanya hadir, bekerja, dan memberi harapan di saat masyarakat paling membutuhkan.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Konfercab PMII Surabaya di Islamic Centre Ricuh, Kader Unair Diduga Dipukul
Jelang Pilkades Paseraman, Sosok Muhlis Fajar Mulai Jadi Perhatian Warga
JSI Sumenep Dikukuhkan, Komitmen Jaga Independensi dan Etika Pers Ditegaskan
Data Desil DTSEN Tak Sesuai Kondisi Warga, PC IMM Sumenep Desak Evaluasi Lintas Pihak
Krisis Air Bersih Tiap Tahun Melanda Desa Sendir, Kades: “Saya Tidak Tahu Masalah Rakyat”
Cegah Permainan Harga, Pemkab Sumenep Kawal Tata Niaga Tembakau 2026
13 Daerah Tampilkan Seni Tradisi di Sumenep, Bupati: Budaya Harus Terus Berkembang
Dari Digitalisasi ke Daya Saing, UMSURA Dorong UMKM Sumenep Naik Kelas

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 13:41 WIB

Jelang Pilkades Paseraman, Sosok Muhlis Fajar Mulai Jadi Perhatian Warga

Selasa, 15 September 2026 - 11:44 WIB

JSI Sumenep Dikukuhkan, Komitmen Jaga Independensi dan Etika Pers Ditegaskan

Jumat, 4 September 2026 - 17:39 WIB

Data Desil DTSEN Tak Sesuai Kondisi Warga, PC IMM Sumenep Desak Evaluasi Lintas Pihak

Jumat, 4 September 2026 - 07:50 WIB

Krisis Air Bersih Tiap Tahun Melanda Desa Sendir, Kades: “Saya Tidak Tahu Masalah Rakyat”

Selasa, 1 September 2026 - 17:50 WIB

Cegah Permainan Harga, Pemkab Sumenep Kawal Tata Niaga Tembakau 2026

Berita Terbaru

Nasional

Ancaman El Nino, Pemerintah Genjot Pompanisasi Pertanian

Minggu, 4 Okt 2026 - 13:49 WIB