Pra-Pesan Dibuka, Buku Settòng Dhere Bongkar Peta Klientelisme di Pulau Garam

- Admin

Jumat, 5 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA— Amrita Press meluncurkan masa pra-pesan untuk buku terbaru berjudul “Settòng Dhere: Klientelisme Politik di Pulau Garam” karya Satria Unggul WP dan Radius Setiyawan. Program pra-pesan berlangsung mulai 5 hingga 18 Desember 2025, dengan harga spesial Rp62.000 dari harga normal Rp78.000.

Buku berukuran 19 x 13 cm dengan ketebalan xvii + 186 halaman ini hadir dalam format soft cover dan dilengkapi bookmark. Di dalamnya, penulis mengurai bagaimana praktik klientelisme masih menjadi wajah nyata politik lokal di Madura—sebuah pola hubungan patronase yang mengikat, memengaruhi pilihan publik, dan kerap membungkam sikap kritis masyarakat.

Melalui analisis yang tajam, Settòng Dhere mengajak pembaca untuk mengalihkan solidaritas publik dari loyalitas buta menuju kesadaran kritis sebagai modal sosial. Buku ini menegaskan bahwa sikap permisif terhadap korupsi maupun ketidakadilan hanya akan memperpanjang siklus politik transaksional yang merugikan masyarakat sendiri.

Penulis juga menyoroti bahwa tantangan utama demokrasi di Madura bukan sekadar soal lemahnya aturan, melainkan kuatnya norma sosial yang justru memaklumi praktik klientelisme. Dengan pendekatan ilmiah dan contoh-contoh nyata di lapangan, buku ini menantang pembaca untuk melihat ulang bagaimana demokrasi lokal bekerja — dan sejauh mana masyarakat berani melawan ketidakadilan.

Masyarakat yang ingin mendapatkan buku ini lebih awal dengan harga khusus dapat menghubungi narahubung Affan melalui nomor 0857-0049-0010.

Settòng Dhere diprediksi menjadi salah satu karya penting dalam kajian politik lokal Madura, terutama bagi akademisi, jurnalis, aktivis, maupun warga yang ingin memahami dinamika kekuasaan di Pulau Garam secara lebih jernih dan kritis.(*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Konfercab PMII Surabaya di Islamic Centre Ricuh, Kader Unair Diduga Dipukul
Jelang Pilkades Paseraman, Sosok Muhlis Fajar Mulai Jadi Perhatian Warga
JSI Sumenep Dikukuhkan, Komitmen Jaga Independensi dan Etika Pers Ditegaskan
Data Desil DTSEN Tak Sesuai Kondisi Warga, PC IMM Sumenep Desak Evaluasi Lintas Pihak
Krisis Air Bersih Tiap Tahun Melanda Desa Sendir, Kades: “Saya Tidak Tahu Masalah Rakyat”
Cegah Permainan Harga, Pemkab Sumenep Kawal Tata Niaga Tembakau 2026
13 Daerah Tampilkan Seni Tradisi di Sumenep, Bupati: Budaya Harus Terus Berkembang
Dari Digitalisasi ke Daya Saing, UMSURA Dorong UMKM Sumenep Naik Kelas

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 13:41 WIB

Jelang Pilkades Paseraman, Sosok Muhlis Fajar Mulai Jadi Perhatian Warga

Selasa, 15 September 2026 - 11:44 WIB

JSI Sumenep Dikukuhkan, Komitmen Jaga Independensi dan Etika Pers Ditegaskan

Jumat, 4 September 2026 - 17:39 WIB

Data Desil DTSEN Tak Sesuai Kondisi Warga, PC IMM Sumenep Desak Evaluasi Lintas Pihak

Jumat, 4 September 2026 - 07:50 WIB

Krisis Air Bersih Tiap Tahun Melanda Desa Sendir, Kades: “Saya Tidak Tahu Masalah Rakyat”

Selasa, 1 September 2026 - 17:50 WIB

Cegah Permainan Harga, Pemkab Sumenep Kawal Tata Niaga Tembakau 2026

Berita Terbaru

Nasional

Ancaman El Nino, Pemerintah Genjot Pompanisasi Pertanian

Minggu, 4 Okt 2026 - 13:49 WIB