Pamekasan – Suasana Pantai Talang Siring pada akhir pekan, Sabtu–Minggu (1–2 November 2025), menjadi saksi semangat kebersamaan puluhan kader muda Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dari dua komisariat—Raden Azhar (UIN Madura) dan Raden Adikara (Universitas Madura)—dalam kegiatan Masa Ta’aruf Mahasiswa (MASTAMA).
Dengan mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Menggali Potensi, dan Meneguhkan Komitmen,” MASTAMA kali ini bukan sekadar acara pengenalan organisasi, tetapi menjadi ruang pembentukan karakter dan pemantapan ideologi kader baru.
Ketua PC IMM Pamekasan, Mohammad Alinizar, menegaskan bahwa MASTAMA merupakan gerbang penting bagi mahasiswa untuk mengenal nilai, semangat, dan peran IMM sebagai gerakan dakwah intelektual.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“MASTA bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi proses pembentukan kesadaran. IMM ingin melahirkan mahasiswa yang tidak hanya menjadi penonton sejarah, melainkan aktor perubahan,” ujarnya.
Berlangsung di alam terbuka, kegiatan ini dikemas dinamis dan menyenangkan. Selain sesi materi dan diskusi kelompok (Focus Group Discussion), peserta juga menikmati kegiatan kebersamaan seperti bakar-bakar ikan, nonton bareng, senam pagi, hingga refleksi malam. Suasana akrab dan penuh semangat menjadikan kegiatan terasa hidup dan jauh dari kesan formalitas.
Tak hanya fokus pada pengkaderan, IMM juga menunjukkan kepeduliannya terhadap isu lingkungan. Melalui aksi Bakti Sosial, para kader menyerahkan tempat sampah untuk pengelolaan kawasan wisata Pantai Talang Siring. Seluruh peserta diwajibkan membawa tumbler pribadi sebagai langkah nyata mengurangi sampah plastik.
Kehangatan, kebersamaan, dan kepedulian sosial yang terjalin selama dua hari itu menegaskan bahwa IMM Pamekasan bukan hanya tempat belajar berorganisasi, tetapi juga wadah menempa karakter dan menumbuhkan jiwa perubahan.
“Dari pantai ini, kami belajar arti ukhuwah, tanggung jawab, dan komitmen. IMM bukan hanya tentang ide, tapi tentang aksi nyata,” tutup salah satu peserta dengan semangat. Sy/red





