Sumenep – Sistem kuota haji nasional yang kini didasarkan pada panjangnya waiting list berpengaruh besar terhadap percepatan keberangkatan jemaah di Jawa Timur.
Kepala Seksi PHU Kemenag Sumenep, Halimy, mengungkapkan bahwa provinsi Jawa Timur menerima tambahan kuota sekitar 7.000 jemaah untuk tahun ini.
“Tambahan ini cukup besar. Baru-baru ini ada pemanggilan gelombang kedua untuk mengisi kuota tambahan tersebut,” ujar Halimy, Selasa (18/11/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penentuan pembagian kuota dilakukan secara proporsional, mengikuti panjangnya daftar tunggu di masing-masing daerah.
Ia menjelaskan, sistem terbaru berbeda dengan sebelumnya yang membagi kuota berdasarkan persentase jumlah umat muslim di tiap provinsi. Kini, siapa yang mendaftar lebih awal akan berangkat lebih awal, tanpa mempertimbangkan wilayah.
Halimy menambahkan bahwa tingginya antusiasme masyarakat menyebabkan porsi pendaftaran sangat cepat penuh.
“Dulu, pendaftaran tiga bulan saja sudah bisa memenuhi kuota berangkat untuk satu tahun. Artinya dalam satu tahun, bisa mengisi empat tahun keberangkatan,” jelasnya.
Tambahan kuota ini diharapkan dapat mempercepat keberangkatan jemaah yang telah lama menunggu dan mengurangi panjangnya waiting list di Jawa Timur.





