Hudan Nasihin: Pemkab Sampang Harus Berdiri di Atas Semua Golongan

- Admin

Senin, 15 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA — Polemik sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang terkait pembatalan mendadak penggunaan Pendopo Bupati untuk agenda Peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 menuai kecaman. Tindakan tersebut dinilai mencederai prinsip keadilan dan berpotensi mencerminkan perlakuan diskriminatif terhadap organisasi kemasyarakatan.

Kecaman muncul menyusul pembatalan izin penggunaan pendopo yang dilakukan sehari sebelum pelaksanaan Milad Muhammadiyah di Sampang, Selasa (16/12/2025). Agenda tersebut rencananya akan dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti.

Pengurus Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur, Hudan Nasihin, menilai alasan yang disampaikan Pemkab Sampang—termasuk pernyataan bahwa persoalan bukan terletak pada sosok menteri melainkan pada organisasi penyelenggara—tidak patut disampaikan oleh pemerintah daerah.

“Pemerintah daerah seharusnya berdiri di atas semua golongan. Ketika muncul pernyataan ‘bukan menterinya, tapi ormanya’, itu menunjukkan cara pandang yang keliru dan berbahaya dalam tata kelola pemerintahan,” tegas Hudan, Senin (15/12/2025).

Menurutnya, Muhammadiyah merupakan organisasi kemasyarakatan yang telah lama berkontribusi besar dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial di Indonesia, termasuk di Jawa Timur. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi pemerintah daerah untuk memperlakukan Muhammadiyah secara berbeda dibandingkan organisasi lainnya.

Hudan juga menilai pembatalan izin yang dilakukan secara mendadak, setelah seluruh prosedur administrasi ditempuh panitia, mencerminkan lemahnya komitmen Pemkab Sampang terhadap kepastian hukum serta prinsip pelayanan publik yang adil dan transparan.

“Jika seluruh persyaratan telah dipenuhi dan tidak ditemukan pelanggaran, tetapi kemudian dibatalkan secara sepihak, maka ini bukan sekadar persoalan teknis. Ini menyangkut etika pemerintahan dan rasa keadilan bagi warga serta organisasi masyarakat,” ujarnya.

Ia pun meminta Pemkab Sampang memberikan klarifikasi secara terbuka kepada publik serta menjamin tidak adanya praktik diskriminasi terhadap organisasi kemasyarakatan apa pun di wilayahnya. Pemerintah daerah, lanjut Hudan, harus menjadi ruang yang aman, netral, dan adil bagi seluruh elemen masyarakat.

Sebelumnya, Ketua Panitia Milad Muhammadiyah Sampang, M. Soleh, menyampaikan bahwa pembatalan penggunaan Pendopo Bupati dilakukan secara mendadak dengan alasan gangguan listrik. Namun, panitia menilai kondisi kelistrikan di lokasi saat persiapan berlangsung dalam keadaan normal. Sementara itu, Pemkab Sampang melalui Asisten I Setdakab Sampang Sudarmanto membantah adanya penolakan terhadap kunjungan Mendikdasmen dan menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan pihak penyelenggara kegiatan.

Hingga kini, polemik tersebut masih menjadi sorotan publik. Panitia memastikan agenda Peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 tetap dilaksanakan dengan mengalihkan lokasi kegiatan ke Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Cetak Pemimpin Masa Depan, Kwarcab Pramuka Sampang Gelar Dianpinsat
IMM Pamekasan: Kalau Pendidikan Sudah Bagus, Untuk Apa Menteri Turun ke Daerah?
IMM Pamekasan Nilai Kehadiran Menteri Pendidikan Momentum Emas Benahi Dunia Pendidikan
Kanwil Ditjenpas Jatim Tinjau Layanan dan Pembinaan di Rutan Sumenep
Peringati Harkitnas, RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Tegaskan Komitmen Pelayanan Terbaik
Harga MinyaKita Tembus Rp21 Ribu, Pemkab Sumenep Kerahkan Warung Inflasi
HUT ke-30 APJII – Moh Ridwan Sebut Internet Jadi Tulang Punggung Kemajuan Digital
Wabup Sumenep: Muskab KORPRI Jadi Momentum Perkuat Profesionalisme dan Integritas ASN

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:37 WIB

Cetak Pemimpin Masa Depan, Kwarcab Pramuka Sampang Gelar Dianpinsat

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:13 WIB

IMM Pamekasan: Kalau Pendidikan Sudah Bagus, Untuk Apa Menteri Turun ke Daerah?

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:42 WIB

Kanwil Ditjenpas Jatim Tinjau Layanan dan Pembinaan di Rutan Sumenep

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:30 WIB

Peringati Harkitnas, RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Tegaskan Komitmen Pelayanan Terbaik

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:45 WIB

Harga MinyaKita Tembus Rp21 Ribu, Pemkab Sumenep Kerahkan Warung Inflasi

Berita Terbaru

Opini

Bertumbuh, Mengakar, dan Memihak Kaum Mustad’afin

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:43 WIB