Sumenep — Dugaan penipuan dan pemerasan yang menyeret nama CV Sumber Jaya Barokah terhadap Pondok Pesantren Aqidah Usymuni kembali berkembang setelah nomor WhatsApp yang diduga digunakan salah satu terlapor, Novian Romy Saputra, tidak lagi terdaftar sebagai akun aktif.
Perubahan mendadak tersebut memicu sorotan dari alumni Pondok Pesantren Aqidah Usymuni yang juga Pemimpin Redaksi Nusainsider.com, Toifur Ali Wafa. Dalam keterangan yang diterima, ia menilai hilangnya akun tersebut sebagai indikasi adanya upaya untuk menghilangkan jejak komunikasi.
“Ketika nomor yang biasa digunakan tiba-tiba hilang setelah kasus ini terangkat, publik tentu menilai ada sesuatu yang disembunyikan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Upaya konfirmasi kepada pihak perusahaan juga tidak membuahkan hasil. Dari tiga nomor WhatsApp yang tercatat sebagai kontak CV Sumber Jaya Barokah, tidak satu pun memberikan respons. Menurut Toifur, tidak adanya jawaban dari seluruh kontak tersebut menunjukkan indikasi kuat adanya upaya menghindari komunikasi.
Ia meminta aparat penegak hukum segera menindaklanjuti dugaan praktik penipuan itu.
“Kasus seperti ini tidak boleh dibiarkan. Aparat harus turun tangan. Jika terbukti, jasa mereka harus dihentikan dan pihak yang bertanggung jawab wajib diproses hukum,” katanya.
Kasus ini mencuat setelah pihak Pondok Pesantren Aqidah Usymuni mengaku dirugikan melalui jasa sedot WC dengan biaya yang dinilai tidak wajar. Dugaan praktik serupa juga disinyalir menimpa lembaga lain.
Hingga berita ini diturunkan, CV Sumber Jaya Barokah belum memberikan klarifikasi resmi.





