SUMENEP – Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, sektor pertanian kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Jawa Timur. Para petani tembakau dari Sumenep berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang GEMA INOVASI Tembakau Jawa Timur yang digelar di Malang pada 1–3 Desember 2025.
Keberhasilan tersebut dinilai sebagai bukti nyata bahwa inovasi pertanian di Kabupaten Sumenep terus berkembang dan mampu bersaing dengan daerah lain. Chainur Rasyid menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras para petani yang berani melakukan terobosan baru dalam budidaya tembakau.
Menurutnya, inovasi yang dilakukan para kelompok tani sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertanian yang ramah lingkungan, efisien, dan menghasilkan kualitas tembakau yang lebih baik. “Ini adalah wujud komitmen petani Sumenep untuk terus berinovasi. Kami sangat bangga karena mereka mampu menunjukkan bahwa tembakau Madura memiliki daya saing tinggi melalui teknologi budidaya yang tepat,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada ajang tersebut, dua kelompok tani dari Sumenep berhasil menyabet Juara 1 dan Juara 2 dalam kategori Penerapan Inovasi Teknis Pengembangan Varietas Tembakau Gema Inovasi Provinsi Jawa Timur.
Juara 1: Poktan Al Muawwanah, Desa Guluk-Guluk
Kelompok Tani Al Muawwanah dari Gang Asem, Desa Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk, meraih peringkat pertama berkat inovasi bertajuk:
“Penggunaan Trichoderma pada Bokashi untuk mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara efisien.”
Dalam praktiknya, petani menerapkan penambahan cairan gula merah yang dikocorkan pada tanaman tembakau untuk memaksimalkan proses fermentasi organik. Cara ini terbukti mampu meningkatkan produksi sekaligus memperbaiki kualitas tembakau. Inovasi ini diapresiasi karena mampu mengurangi ketergantungan petani pada bahan kimia serta mendukung pertanian berkelanjutan.
Juara 2: Poktan Al Ikhlas Lebeng Timur, Kecamatan Pasongsongan
Sementara itu, Kelompok Tani Al Ikhlas dari Desa Lebeng Timur, Kecamatan Pasongsongan, meraih Juara 2 melalui inovasi:
“Pengaplikasian asam amino dari tanaman kelor pada tanaman tembakau untuk meningkatkan produksi dan kualitas.”
Pemanfaatan kelor sebagai sumber asam amino dinilai sangat bermanfaat dalam menstimulasi pertumbuhan tanaman serta memperkuat struktur daun tembakau. Inovasi tersebut juga menonjol karena memanfaatkan tanaman lokal yang mudah diperoleh dan bernilai ekonomis rendah.
Chainur Rasyid menegaskan bahwa DKPP Sumenep akan terus mendorong inovasi serupa di berbagai sektor pertanian. Ia berharap capaian ini memotivasi kelompok tani lain untuk terus berkreasi serta meningkatkan produktivitas tembakau sebagai salah satu komoditas unggulan Sumenep.





