Aliansi Pecinta Ulama dan Kiai Nusantara Sampaikan Lima Tuntutan Resmi Saat Bertemu KH. Nur Ihya

- Admin

Senin, 17 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA – Aliansi Pecinta Ulama dan Kiai Nusantara yang dipimpin Gus Maf rohul Walidein, atau yang akrab disapa Gus Ong, melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman KH. Nur Ihya pada Ahad (16/11).

Pertemuan dilakukan dengan penuh kehati-hatian untuk merespons sejumlah persoalan atas dasar video-video yang beredar di media sosial yang sebelumnya menimbulkan keresahan di kalangan ulama dan masyarakat.

Agenda silaturahmi tersebut turut dihadiri dan diketahui oleh pihak Polsek Wonocolo, Polres Surabaya, serta tokoh masyarakat RT/RW setempat, guna memastikan situasi tetap kondusif selama dialog berlangsung.

Dalam pertemuan itu, perwakilan aliansi menegaskan bahwa kedatangan mereka merupakan tindak lanjut dari kesepakatan internal untuk menjaga keharmonisan dan mencegah meluasnya polemik. Lima tuntutan resmi kemudian dibacakan oleh Ust. Muwafiq sebagai perwakilan aliansi.

Adapun tuntutan yang disampaikan kepada KH. Nur Ihya meliputi:

Penutupan akun media sosial yang bersangkutan—dengan catatan masih harus dikoordinasikan dengan admin pengelola.
Pernyataan permohonan maaf secara terbuka, yang telah dilaksanakan oleh KH. Nur Ihya.
Peringatan bahwa pengulangan tindakan serupa akan dibawa ke jalur hukum.
Penghentian aktivitas yang berpotensi mengadu domba ulama, kiai, atau masyarakat. Penghentian pembuatan konten yang dinilai menyudutkan, menghina, atau mem-bully ulama dan pesantren.

Gus Ong menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai upaya menjaga kehormatan ulama sekaligus meredam kegaduhan di tengah masyarakat.

“Kami datang bukan untuk memperkeruh suasana, tetapi untuk memastikan persoalan ini diselesaikan secara terhormat. Kesepakatan yang sudah dibuat semoga dijaga bersama demi ketenangan umat,” ujar Gus Ong.

KH. Nur Ihya kemudian menandatangani pernyataan bermaterai bertanggal 16 November 2025 sebagai bentuk komitmen. Pertemuan ditutup dengan doa bersama dan diharapkan menjadi titik akhir dari polemik serta membuka ruang perbaikan komunikasi antara semua pihak.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jelang Idul Adha, Ribuan Warga Kepulauan Sumenep Kembali Nikmati Mudik Gratis
Reformasi Birokrasi Sumenep Naik Signifikan, Raih Predikat A- dari Kemenpan-RB
SDN Potoan Daya 3 Semarakkan Senam Indonesia Sehat Bersama Menteri Pendidikan dan Gubernur Jatim
Pemuda Muhammadiyah Pamekasan Sambut Menteri Pendidikan, Dorong Kolaborasi Nyata Majukan Pendidikan
Cetak Pemimpin Masa Depan, Kwarcab Pramuka Sampang Gelar Dianpinsat
IMM Pamekasan: Kalau Pendidikan Sudah Bagus, Untuk Apa Menteri Turun ke Daerah?
IMM Pamekasan Nilai Kehadiran Menteri Pendidikan Momentum Emas Benahi Dunia Pendidikan
Kanwil Ditjenpas Jatim Tinjau Layanan dan Pembinaan di Rutan Sumenep

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:38 WIB

Jelang Idul Adha, Ribuan Warga Kepulauan Sumenep Kembali Nikmati Mudik Gratis

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:30 WIB

Reformasi Birokrasi Sumenep Naik Signifikan, Raih Predikat A- dari Kemenpan-RB

Minggu, 24 Mei 2026 - 03:42 WIB

SDN Potoan Daya 3 Semarakkan Senam Indonesia Sehat Bersama Menteri Pendidikan dan Gubernur Jatim

Sabtu, 23 Mei 2026 - 04:45 WIB

Pemuda Muhammadiyah Pamekasan Sambut Menteri Pendidikan, Dorong Kolaborasi Nyata Majukan Pendidikan

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:37 WIB

Cetak Pemimpin Masa Depan, Kwarcab Pramuka Sampang Gelar Dianpinsat

Berita Terbaru