Produsen Rokok Ilegal “Marbol” Diduga Terus Berkeliaran, Masyarakat Desak Penegak Hukum Usut Tuntas

- Admin

Kamis, 25 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamekasan — Penangkapan sopir dan kendaraan pengangkut rokok ilegal berbagai merek di Kabupaten Sampang, Madura, pada Kamis (25/12/2025), memicu gelombang pertanyaan publik. Pasalnya, hingga kini aparat penegak hukum baru menyentuh kurir, sementara produsen utama yang diduga beroperasi di Kabupaten Pamekasan—termasuk sosok yang viral di media sosial bernama “Bulla”—belum tersentuh hukum.

Rokok ilegal tersebut antara lain bermerek Marbol, yang diketahui tidak dilengkapi pita cukai resmi. Investigasi awal menunjukkan bahwa produksi rokok ini diduga berpusat di Desa Plakpak, Pamekasan. Yang lebih mencolok, beredar video di platform TikTok yang menunjukkan sosok yang disebut-sebut sebagai produsen rokok ilegal tersebut tengah mengendarai mobil mewah bertuliskan “Marbol Group”, bahkan dikawal mobil patroli kepolisian setempat.

Desakan untuk mengusut tuntas jaringan di balik praktik ilegal ini pun menguat. Ahmadi, pemerhati peredaran rokok ilegal di Madura, menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh berhenti hanya pada pengemudi kendaraan pengangkut.

“Sudah saatnya Polres Sampang dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pamekasan mengembangkan penyelidikan hingga ke akar masalah: produsen dan jaringan distribusinya,” ujar Ahmadi, Kamis (25/12).

Menurutnya, jika hanya kurir yang ditangkap sementara pemilik pabrik terus berkeliaran bebas, maka penegakan hukum berisiko dianggap sebagai “pengorbanan tumbal”. Praktik semacam itu, lanjut Ahmadi, berpotensi merugikan negara hingga miliaran rupiah setiap tahun akibat hilangnya potensi penerimaan cukai.

“Hukum tidak boleh tumpul ke atas dan tajam ke bawah,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa keengganan menindak aktor utama bisa memicu kecurigaan publik terhadap adanya pembiaran sistematis, atau bahkan kolusi antara oknum aparat dengan pelaku usaha ilegal.

Masyarakat kini menantikan langkah konkret dari Polres Sampang dan Bea Cukai Madura untuk menggerebek lokasi produksi, menangkap pemilik, serta membongkar seluruh jaringan distribusi rokok tanpa cukai tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, masih berupaya mengonfirmasi perkembangan kasus ini kepada pihak Polres Sampang dan KPPBC Pamekasan untuk klarifikasi lebih lanjut.(*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jelang Idul Adha, Ribuan Warga Kepulauan Sumenep Kembali Nikmati Mudik Gratis
Reformasi Birokrasi Sumenep Naik Signifikan, Raih Predikat A- dari Kemenpan-RB
SDN Potoan Daya 3 Semarakkan Senam Indonesia Sehat Bersama Menteri Pendidikan dan Gubernur Jatim
Pemuda Muhammadiyah Pamekasan Sambut Menteri Pendidikan, Dorong Kolaborasi Nyata Majukan Pendidikan
Cetak Pemimpin Masa Depan, Kwarcab Pramuka Sampang Gelar Dianpinsat
IMM Pamekasan: Kalau Pendidikan Sudah Bagus, Untuk Apa Menteri Turun ke Daerah?
IMM Pamekasan Nilai Kehadiran Menteri Pendidikan Momentum Emas Benahi Dunia Pendidikan
Kanwil Ditjenpas Jatim Tinjau Layanan dan Pembinaan di Rutan Sumenep

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:38 WIB

Jelang Idul Adha, Ribuan Warga Kepulauan Sumenep Kembali Nikmati Mudik Gratis

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:30 WIB

Reformasi Birokrasi Sumenep Naik Signifikan, Raih Predikat A- dari Kemenpan-RB

Minggu, 24 Mei 2026 - 03:42 WIB

SDN Potoan Daya 3 Semarakkan Senam Indonesia Sehat Bersama Menteri Pendidikan dan Gubernur Jatim

Sabtu, 23 Mei 2026 - 04:45 WIB

Pemuda Muhammadiyah Pamekasan Sambut Menteri Pendidikan, Dorong Kolaborasi Nyata Majukan Pendidikan

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:37 WIB

Cetak Pemimpin Masa Depan, Kwarcab Pramuka Sampang Gelar Dianpinsat

Berita Terbaru