Surabaya – Universitas Muhammadiyah Tangerang menjadi tuan rumah Workshop Nasional yang digelar Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (APPTMA) pada 13–14 Februari 2025. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 peserta dari 28 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia, termasuk tiga dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM-SURA).
Workshop ini memfokuskan pembahasan pada penguatan kapasitas dosen dan tata kelola pascasarjana di tengah tuntutan peningkatan mutu akademik serta percepatan jabatan fungsional. Dua agenda utama menjadi sorotan, yakni pelatihan penulisan artikel ilmiah terindeks Scopus berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung persyaratan Lektor Kepala dan Guru Besar, serta penyusunan Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop) berbasis luaran.
Delegasi UM-SURA terdiri atas Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana Dr. Sholikhul Huda, M.Fil.I, Ketua Program Studi S2 Hukum Ekonomi Syariah Dr. Warsidi, MM, dan Sekretaris Program Studi S3 Studi Islam Dr. Chatis Hidayat, M.Pd.I. Kehadiran mereka menegaskan komitmen institusi dalam memperkuat budaya riset dan sistem perencanaan akademik yang terukur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada sesi penulisan jurnal, panitia menghadirkan Ketua APPTMA Prof. Dr. Suparman, M.Pd dan Prof. Dr. Sriatmaja sebagai narasumber. Keduanya memaparkan strategi menembus jurnal internasional bereputasi, mulai dari menentukan topik yang memiliki unsur kebaruan (novelty), menyusun argumentasi ilmiah yang sistematis, hingga memanfaatkan AI secara etis untuk membantu proses penyuntingan dan penguatan referensi.
Prof. Suparman menegaskan bahwa publikasi di jurnal terindeks Scopus tidak sekadar memenuhi syarat administratif kenaikan jabatan akademik. Menurutnya, publikasi bereputasi mencerminkan kualitas riset dan daya saing perguruan tinggi. Ia mengingatkan dosen agar membangun tradisi menulis secara konsisten dan tidak mengandalkan cara instan.
Sementara itu, sesi penyusunan Renstra dan Renop berbasis AI menghadirkan Prof. Dr. Jamaluddin Ahmad, M.AP, Dr. Nur Yakin, MM, dan Dr. Lukman. Para narasumber menjelaskan pemanfaatan teknologi AI dalam analisis kebutuhan, perumusan target, hingga evaluasi kinerja program studi dan institusi. Pendekatan berbasis data dinilai mampu menjadikan dokumen perencanaan sebagai instrumen transformasi, bukan sekadar kelengkapan administrasi.
Materi tersebut juga menekankan pentingnya integrasi data dan proyeksi analitik dalam menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan global dan dunia kerja. Dengan strategi itu, pascasarjana di lingkungan PTMA diharapkan mampu meningkatkan relevansi dan daya saing lulusan.
Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana UM-SURA, Dr. Sholikhul Huda, menyebut kegiatan ini relevan dengan agenda peningkatan mutu dosen dan institusi. Ia menilai forum tersebut menggabungkan dua aspek penting, yakni publikasi ilmiah dan tata kelola strategis. “Keduanya menjadi fondasi dalam membangun pascasarjana yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pemanfaatan AI harus tetap menjunjung tinggi integritas akademik. Menurutnya, teknologi berfungsi sebagai alat bantu untuk meningkatkan efisiensi dan ketepatan, sementara substansi keilmuan tetap bergantung pada kedalaman analisis dan tanggung jawab ilmiah dosen.
Direktur Pascasarjana UMT, Dr. Marzuki Ismail, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia dosen, khususnya di lingkungan UMT, dalam rangka percepatan guru besar. Ia menegaskan penguatan publikasi bereputasi dan tata kelola berbasis data menjadi prioritas untuk meningkatkan reputasi institusi.
Melalui forum APPTMA ini, para peserta berharap terbangun kolaborasi berkelanjutan antar-PTMA guna mempercepat transformasi pascasarjana, meningkatkan publikasi internasional, serta memperkuat posisi perguruan tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah di tingkat nasional maupun global.





