OIKN–BKKBN Genjot Pencegahan Stunting

- Admin

Minggu, 7 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta –  Otorita Ibu Kota Nusantara berkolaborasi dengan BKKBN Kaltim menyasar 3.000 keluarga berisiko stunting. Upaya ini dilakukan melalui satgas khusus di wilayah delineasi IKN.

Kepala BKKBN Kaltim Nurizky Permanajati mengatakan prevalensi stunting daerahnya masih tinggi. Ia menyebut angkanya mencapai 22 persen, di atas rata-rata nasional 19 persen.

“Prevalensi stunting di Provinsi Kaltim tergolong tinggi. Angkanya mencapai 22 persen, di atas rata-rata nasional,” ujar Nurizky. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyampaikan percepatan penurunan stunting memerlukan pola pentahelix. Pola ini mencakup kerja sama pemerintah, akademisi, swasta, komunitas, dan media.

Setiap pihak memiliki peran sesuai kewenangannya dalam mendukung kebijakan penanganan stunting. Mereka berkontribusi melalui penelitian, pendanaan, kolaborasi, edukasi, dan penyebaran informasi.

Edukasi menjadi fokus utama dalam pencegahan stunting di IKN. Materinya mencakup sanitasi dan pola konsumsi keluarga berisiko.

“1.000 HPK menjadi perhatian serius bagi kami. Di masa tersebut stunting dapat terjadi sekaligus masih bisa dicegah,” ujar Kiky. 

Ia menjelaskan edukasi penting diberikan kepada ibu hamil dan menyusui. Tujuannya agar kebutuhan gizi anak terpenuhi sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun.

Kolaborasi ini diperkuat melalui kegiatan Apresiasi dan Monev Program Genting. Acara tersebut digelar BKKBN Kaltim di Kantor OIKN pada Jumat 5 Desember.

Kegiatan ini diikuti 150 peserta dari berbagai unsur pemerintah dan swasta. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama menekan angka stunting.

Pemprov Kaltim dan OIKN telah membentuk Satgas khusus untuk wilayah delineasi IKN. Satgas menargetkan 3.000 keluarga risko stunting sebagai sasaran edukasi.

“Sasaran ini akan mendapat edukasi nutrisi dan akses air bersih. Dua aspek ini menjadi fondasi kesehatan ibu dan anak,” katanya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Layanan Rujukan Lambat, Pasien DBD di Pasongsongan Tunggu Ambulans Berjam-jam
SPPG Yayasan Al-Azhar Sumenep Terapkan Teknologi Air RO Ozon untuk Jamin Keamanan Dapur
Kadinkes Sumenep Ajak Lintas Sektor Perkuat Capaian ORI Campak Rubela
SDN Panaongan III Perkuat Kesehatan Anak, Kepala Sekolah Dampingi Siswa Saat Vaksinasi
Weekend Bukan Halangan, RSUD Sumenep Layani Pasien BPJS Melahirkan Sepenuh Hati
Slamet Ariyadi Launching MBG di Camplong Sampang, Ini Soal Masa Depan Anak Bangsa
RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Tunjukkan Komitmen Bersih Tanpa Kompromi
Pemulihan Optimal Dimulai dari Nakes Profesional: Fisioterapi RSUD Sumenep Terdepan

Berita Terkait

Sabtu, 20 Desember 2025 - 19:23 WIB

Layanan Rujukan Lambat, Pasien DBD di Pasongsongan Tunggu Ambulans Berjam-jam

Selasa, 16 Desember 2025 - 08:40 WIB

SPPG Yayasan Al-Azhar Sumenep Terapkan Teknologi Air RO Ozon untuk Jamin Keamanan Dapur

Minggu, 7 Desember 2025 - 13:54 WIB

OIKN–BKKBN Genjot Pencegahan Stunting

Kamis, 4 September 2025 - 07:13 WIB

Kadinkes Sumenep Ajak Lintas Sektor Perkuat Capaian ORI Campak Rubela

Selasa, 2 September 2025 - 11:07 WIB

SDN Panaongan III Perkuat Kesehatan Anak, Kepala Sekolah Dampingi Siswa Saat Vaksinasi

Berita Terbaru